Monday, 3 August 2015

Tekwan (Palembang)

Kalau di artikel sebelumnya kita telah membahasa bagaimana cara membuat Model KhasPalembang, maka belum lengkap jika kali ini kita belum membahas makanan yg hampir sama dengan Model Khas Palembang, yaaa kali ini kita akan membahas bagaimana cara membuat Tekwan Khas Palembang, oke langsung saja kita ke pokok bahasan bagaimana cara membuat Tekwan Khas Palembang sebagai berikut ^^
Bahan-bahan untuk Resep Tekwan :


1.     Bahan utama yang dibutuhkan adalah daging ikan tengiri yang kondisinya masih segar kurang lebih sebanyak 300-320 gram. Ambil dagingnya saja lalu haluskan untuk membuat adonan tekwannya.
2.     Tepung sagu untuk membuat adonannya kurang lebih sebanyak 100 gram saja.
3.     Udang kualitas bagus ukuran sedang besar yang kondisinya masih segar kurang lebih sebanyak 200-250 gram.
4.     Kupas kulitnya dan buang kotorannya. Udang akan digunakan untuk membuat kaldu buat kuah dan adonan tekwannya.
5.     Jahe ukuran sedang kurang lebih sepanjang 1 cm untuk bahan campuran kuahnya supaya tidak tercium bau amis khas seafood.
6.     Jamur kuping kualitas bagus secukupnya untuk isian kuahnya atau kurang lebih sebanyak 10-20 gram. Cuci bersih lalu rendam dengan air panas kemudian potong kecil kecil sesuai selera.
7.     Buah bengkuang kurang lebih sebanyak 100-120 gram saja. Kupas kulitnya lalu potong dadu atau memanjang.
8.     Daun seledri kurang lebih 1-2 batang. Cuci bersih lalu potong iris kecil.
9.     Soun untuk tambahan penyajiannya secukupnya (sekitar 30-50) gram saja. Rendam sebentar dengan air panas lalu tiriskan.
10.   Cuka secukupnya atau kurang lebih sebanyak setengah sendok makan.
11.   Bawang putih ukuran sedang besar sebanyak 9 siung. 3 siung diiris tipis lalu digoreng untuk taburan di kuah tekwan dan 6 siung nanti dihaluskan untuk ditumis buat kuahnya.
12.   Ebi kurang lebih satu sendok kecil saja.
13.   Merica bubuk kurang lebih sebanyak 1 sendok kecil saja.
14.   Garam dapur beryodium secukupnya untuk membuat kuah dan adonan tekwannya.
15.   Minyak goreng secukupnya untuk menumis bumbunya.
16.   Air bersih secukupnya untuk membuat kuah dan merebus adonan tekwannya.
17.   Bawang merah goreng secukupnya untuk taburan kuahnya.
Cara Membuat Resep Kuah Tekwan :
1.     Langkah awal yang harus kita lakukan adalah membuat adonan tekwannya. Ambil satu wadah buat adonannya yang cukup besar.
2.     Masukkan ikan tengiri yang sudah dihaluskan sebelumnya dan tepung sagu yang sudah dipersiapkan.
3.     Tambahkan garam secukupnya lalu aduk aduk lagi semua bahan sampai benar benar tercampur rata.
4.     Bentuk adonan tekwan sesuai selera tetapi jangan terlalu besar supaya bisa matang sampai kedalam.
Ulangi sampai semua adonan terbentuk.
5.     Siapkan panci rebusan dan isi dengan air secukupnya (kurang lebih sebanyak 1.2-1.5 liter. Masak hingga mendidih.
6.     Setelah airnya mendidih masukkan adonan tekwan yang sudah dibentuk diatas kedalam panci. Masak hingga tekwan matang dan mengapung lalu angkat dan tiriskan.
7.     Langkah kedua adalah membuat kuahnya. Siapkan wajan penggorengan lalu beri minyak secukupnya untuk menumis bumbunya.
8.     Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan, merica bubuk dan ebinya. Aduk aduk sampai matang dan tercium bau harum tumisan bumbunya.
9.     Masukkan udang yang sudah direbus sebelumnya dan jamur kupingnya ke dalam wajan penggorengan. Aduk aduk lagi hingga semua bahan matang dan lalu angkat.
10.   Didihkan kembali kuah kemudian masukkan bumbu tekwan dan udang yang sudah ditumis sebelumnya kedalamnya. Aduk aduk supaya bumbu tercampur sempurna.
11.   Masukkan tekwan dan irisan bawang putihnya lalu rebus lagi sampai kuahnya mendidih lalu matikan kompornya.

12.   Ambil mangkok sajian dan beri soun lalu tuang kuah dan tekwannya. Taburi atasnya dengan bawang merah goreng dan irisan daun seledrinya lalu sajikan



naaah bagaimana? semoga artikel saya kali ini bermanfaat bagi anda dan tunggu artikel saya selanjutnya untuk makanan khas daerah khususnya di indonesia ^^
Read More

Model (Palembang)

Selamat Datang ^^
Kali ini saya akan memposting / membagikan artikel tentang cara membuat model ikan, udah pada tau kan??? bagi teman-teman yg belum tau biar saya kasih tau ni. jadi, model ikan ini adalah makanan khas dari daerah Sumatera Selatan (Palembang). nah udah pada tau kan? jadi sekarang kita langsung saja ke TKP !!!


CARA MEMBUAT MODEL IKAN :

1.             Daging ikan tenggiri dihaluskan, sisihkan.
2.            Bawang merah dan bawang putih digoreng, haluskan.
3.            Tepung terigu dicampur dengan air panas, aduk rata sampai seperti bubur, sisihkan.
4.         Campur bubur tepung terigu dengan daging ikan tenggiri halus hingga rata, masukkan bawang yang telah dihaluskan serta merica dan garam
5.            Masukkan putih telur dan minyak goreng, aduk sampai tercampur rata.
6.            Masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit ke dalam adonan, aduk sampai rata
7.            Ambil adonan, isi dengan tahu, sehingga tahu tertutup adonan seluruhnya.
8.            Jerang air hingga mendidih.
9.            Cemplungkan pempek isi tahu tadi ke dalam air mendidih, rebus hingga mengapung, lalu angkat dan ditiriskan.

RESEP KUAH MODEL

BAHAN KUAH MODEL :

·                     Udang segar 250 gram
·                     Bengkoang 1 buah ukuran sedang
·                     Jamur kuping kering 100 gram
·                     Bunga sedap malam kering 100 gram
·                     Air 2 liter
·                     Minyak goreng

BUMBU KUAH MODEL :

·                     Bawang putih 8 siung
·                     Merica bulat 1/2 sdt

BAHAN PELENGKAP :

·                     sohun, irisan daun seledri, bawang goreng, kecap manis, dan sambal cabe rawit.

CARA MEMBUAT KUAH MODEL ENAK :

1.             Kupas udang segar, cincang dagingnya. Kulitnya direbus ambil airnya saja.
2.            Bumbu dihaluskan.
3.            Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan cincangan udang, masak hingga udang matang, tambahkan air rebusan kulit udang, sisihkan.
4.            Bengkoang dikupas, cuci, lalu potong bentuk korek api, sisihkan.
5.            Jamur kuping kering direndam hingga mekar, cuci, potong sesuai selera, sisihkan.
6.            Bunga sedap malam dibuang benang sarinya, diikat, lalu dicuci, sisihkan.
7.            Didihkan air, setelah mendidih masukkan bumbu yang sudah ditumis, bengkoang, jamur, bunga sedap malam, pempek isi tahu.
8.            Didihkan kembali, masukkan garam dan gula. Jika suka boleh ditambahkan penyedap rasa.
9.            Model dinikmati dengan pelengkapnya.

SARAN PENYAJIAN MODEL IKAN ASLI PALEMBANG :

·                     Letakkan sohun di mangkuk, tambahkan pempek tahu yang telah dipotong-potong, lalu siram dengan kuah model, taburi irisan daun seledri, bawang goreng. 
·                     Jika suka tambahkan kecap manis dan sambal cabe rawit. 

Demikian artikel saya mengenai cara membuat model ikan, semoga anda dapat memahami dan dapat mempraktekan apa yg telah saya sharing / saya bagikan. terimakasih ^^


Read More

Pempek (Palembang)

Pempek merupakan makanan khas Palembang, dan pada postingan saya kali ini saya ingin membagikan / sharing tentang cara membuat pempek. cara membuat pempek sendiri tergolong sedikit rumit karena harus membutuhkan beberapa tahap atau proses agar bisa menjadi pempek yang nikmat dan lezat. Jika dilihat dari segi bahan bisa ditemukan dengan mudah di pasaran, untuk membuat pempek yang nikmat anda harus sedikit lebih sabar dan teliti.


Bahan :
  • 1,5 kg tepung sagu dengan kualitas baik
  • 1 kg ikan belida giling (atau jika tidak ada, disarankan untuk diganti dengan ikan gabus atau ikan tenggiri, karena memiliki rasa dan tekstur yang hampir sama setelah dimasak dan dimakan daripada menggunakan ikan jenis yang lain)
  • 1 sdm garam dapur / secukupnya
  • 1 bks bumbu penyedap
  • 1 cangkir air es matang
  • rebus air di dalam panci besar yang diberi 2 sdm minyak goreng

Cara Membuat :
1.      Pertama campurkan ikan giling dengan air es dan garam serta bumbu penyedap, aduk ikan giling hingga adonan benar-benar tercampur.
2.     Kemudian tambahkan tepung sagu pada adonan ikan giling tadi secukupnya sampai adonan kenyal sehingga dapat diuleni dan tidak lengket lagi. (untuk sedikit atau banyak nya sagu tergantung tingkat kekenyalan yang kita inginkan, agar rasa ikan benar-benar terasa, jangan terlalu banyak memberi sagu)
3.     Untuk membentuk adonan lumuri tangan dengan sedikit tepung agar tidak lengket, kemudian bentuk sesuai selera (bisa di bentuk lonjong atau bisa di isi dengan telur)
4.     Rebus adonan pempek hingga adonan pempek benar-benar mengapung, lalu angkat dan tiriskan.

Bahan Untuk Cuka :
  • 250 gr gula aren
  • 50 gr air asam jawa 
  • 1 liter air minum bersih 
  • 200 gr bawang putih, bersihkan lalu cincang halus
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm ebi, yang sudah di haluskan
  • 15 buah cabai rawit, kemudian dihaluskan (tingkat kepedasan sesuai selera)

Cara Membuat :
1.      Pertama masukkan gula aren dan asam jawa ke dalam air, kemudian masak hingga mendidih.
2.     Campurkan bawang putih, garam, ebi dan cabai rawit kedalam larutan gula aren tadi, lalu rebus dan didihkan kembali. Setelah matang, angkat dan tiriskan cuka pempeknya.
Demikianlan beberapa langkah cara membuat pempek nikmat. Setelah siap untuk disajikan sebaiknya anda ajak keluarga atau saudara anda mencicipi masakan buatan anda sendiri. Jika ada masukan dari keluarga sebaiknya ditampung saja dan bisa dijadikan referensi kedepannya saat membuat pempek lagi. Semoga langkah diatas bisa membantu anda yang sedang bingung mencari resep dan cara membuat pempek dengan mudah.


Read More

Thursday, 20 February 2014

eL'Quid Band



Band dari palembang yg di bentuk pada tanggal 5 Mei 2010, eL'quid juga sering berganti-ganti formasi dan semoga ini adalah formasi terakhir dari eL'quid Band :
Prans sebagai Vocalist
Hadi sebagai Guitar 1
Irto sebagai Guitar 2
Andi sebagai Drummer (add)
Yuolin sebagai Bassist

Untuk men-download lagu-lagu dari band eL'Quid ini anda bisa men-download disini

Biografi personil-perosnil dari eL'quid Band :

1. Prans (Vocal)

Nama Lengkap : Prana Jaya
Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 29 Januari 1992
Sekolah : SMK N 4 PALEMBANG (ALUMNI 200*)

2. Hadi (Guitar 1)

Nama Lengkap : Hadi Nofansyah
Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 03 November 1996
Sekolah : SMK N 4 PALEMBANG

3. Irto (Guitar 2)

Nama Lengkap : M. Irto Arnianto
Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 23 September 1997
Sekolah : SMK Utama Bakti PALEMBANG

4. Yuolin (Bass)

Nama Lengkap : Yuolin Dita Humairah
Tempat, Tanggal Lahir : Padang, 28 Oktober 1996
Sekolah : SMA N 3 PALEMBANG

5. Andi (Drum)

Nama Lengkap : Andi Wijaya
Tempat, Tanggal Lahir : Palembang, 09 Maret 1990
Sekolah : SMK N 4 PALEMBANG


Read More

Sunday, 9 June 2013

Asal Usul Barong


Dulu aku pernah baca sebuah buku... dan ini adalah cerita yang SELURUH RAKYAT INDONESIA harus tau.... masa orang bule bisa tau, kita malah enggak... setidaknya... pernah baca donk! Oke...



Prabu Yudistira yang berpermaisurikan Kunti adalah raja yang dihormati di Bali. Beliau memiliki putera yang tampan, pintar, dan berbudi luhur bernama Sadewa. Suatu kali permaisuri berperilaku aneh. Sadewa yang beranjak dewasa, melihat ibunya sering menggigil ketakutan langsung menanyakan penyebabnya. Jawaban sang ibunda dan sang ayahanda tidak memuaskan Sadewa, namun ia diam saja. Ketentraman rakyat Bali berubah sejak banyak orang tiba-tiba kerasukan setan, panas dingin, terkapar, dan mati dengan busa yang keluar dari mulut. Prabu Yudistira, Sadewa, punggawa, pembesar kerajaan, dan tabib sakti merundingkan pemecahan hal itu di balai permusyawaratan. Permaisuri di saat yang sama mengunci diri di kamar sambil mengenang saat dirinya sakit sewaktu mengandung Sadewa. Tak ada yang dapat menyembuhkannya, hingga pada suatu saat datang tabib sakti bernama Randa yang dapat mengusir roh jahat penyebab sakitnya permaisuri dan Randa meminta janin yang dikandung Kunti sebagai upahnya. Kunti berjanji menyerahkan puteranya setelah dewasa.

Hari itu gerimis turun dari tengah hari hingga malama. Randa yang tinggal di dalam gua yang menyeramkan sedang menyerahkan ilmu hitam di depan pedupaan. Di gua itu, Randa hidup bersama Kalika yang sudah dianggap puteri sendiri. Menyadari turun gerimis dari siang hari, Randa menyelidiki ke balai permusyawaratan apakah Yudistira hendak menghalangi ilmu hitamnya. Kunti yang geram pada ulah Randa, datang ke balai permusyawaratan dan mengatakan bahwa Randalah penyebab petaka itu. Yudistira yang mengetahui hal itu berencana menyerbu Randa di gua Lawa.

Setelah mengetahui rencana Yudistira, Randa melepas jiwanya dari raganya dan merasuki Kunti yang sedang memeluk Sadewa. Tiba-tiba Kunti menyerang Sadewa, Yudistira dan pengawal-pengawal istana. Kunti yang kerasukan membawa Sadewa yang telah tak sadarkan diri, melesat di gelapnya malam. Namun tak berapa lama, Kunti diketemukan pingsan di pekarangan istana dengan kondisi yang lemah. Sementara Sadewa tidak diketahui keberadaannya. Sadewa tersadar saat dibawa terbang oleh Randa, kemudian tubuhnya dikat pada pohon beringin. Ternyata Randa hendak mempersembahkan Sadewa kepada penguasa kegelapan yang memberinya ilmu gaib. Randa ingin agar Kalika juga melihat Sadewa dibunuh, maka dijemputnyalah sang keponakan. Sadewa hanya dapat memohon perlindungan pada Sang Hyang Widhi.

Sang Syaiwa Penguasa Bumi mendengar ratapan Sadewa dan kemudian menjelma menjadi sekuntum bunga putih yang tersemat di telinga Sadewa. Randa akhirnya kembali dan membawa Kalika. Saat Randa menghantamkan tongkat ke kepala Sadewa, tongkat pun hancur. Randa terpental dan muntah darah. Kalika kenudian menyerang Sadewa bagai hendak merobek dada Sadewa. Anehnya, tali yang mengikat Sadewa saja yang putus. Setelah terbebas dari ikatan, terjadi pertarungan antara Sadewa dan Kalika. Sadewa yang dilindungi Syaiwa menjadi kuat dan Kalika terdesak. Randa kemudian merasuki Kalika sehingga kini Sadewa yang kewalahan. Sadewa memohon bantuan Syaiwa untuk melawan Kalika.

Syaiwa memanggil Barong untuk menolong Sadewa. Barong adalah lambang kebenaran dan kesucian walaupun rupanya menyeramkan. Randa yang telah menjelma menjadi burung garuda besar, kembali bertarung dengan Sadewa dan Barong. Barong akhirnya dapat mengisap Randa masuk ke tubuhnya. Burung garuda telah musnah, tetapi roh Randa keluar dari tubuh garuda dan kembali ke wujud aslinya. Randa dapat mencekik Barong dan Sadewa melemparkan sekuntum bunga putih ciptaan Sang Syaiwa. Randa yang terkena bunga tersebut kemudian terbakar dan menghilang menjadi asap. Asap itu menjelma menjadi raja kera dan ribuan prajuritnya. Raja kera dan Sadewa bertempur, sedangkan prajurit kera menyerang rumah rakyat. Rakyat membunuh prajurit kera dengan keris, namun Randa menghidupkannya kembali, ketika dibunuh lagi, roh prajurit kera merasuki tubuh pembunuhnya. Rakyat yang kerasukan menusuki diri mereka, namun anehnya badan mereka kebal. Sadewa dan Barong juga menjadi aneh, Barong mencakar dan menggigit dirinya sendiri. Sadewa menikam tubuhnya sendiri. Kemudian datanglah pendeta sakti yang memohon pada Sang Hyang Widhi. Semua orang sadar kembali. Randa merasakan panas yang membakar tubuhnya dari tubuh pendeta sakti. Barong dan Randa kembali bertarung dan terus berperang selama dunia masih ada.

Sumber : AURELIA CLARESTA
Read More

Sunday, 2 June 2013

Asal Usul Reog Ponorogo

Setelah sebelumnya mempublikasikan Kota damai Ponorogo sekarang saatnya mempublikasikan keseniannya yang sudah mendunia yakni kesenian Reog. (evilgrin) Sudah tidak asing lagi sepertinya jika kita mendengar reog pastinya ingat ponorogo begitu juga sebaliknya. Kesenian asli indonesia ini sempat diangkat oleh Limbad dalam Duel Mahakarya Magician Dunia yang diadakan dalam menyambut ulang tahun RCTI ke-21 kemarin.

Sejarah dari kesenian Reog ini bermula pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan Majapahit pada abad ke-15 dimana pada masa itu kerajaan Majapahit dibawah kekuasaan  Bhre Kertabhumi yang merupakan raja terakhir kerajaan Majapahit. Ki Ageng Kutu murka terhadap perilaku rajanya yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit tak lama lagi akan berakhir. Ia pun pergi meninggalkan kerajaan dan mendirikan sebuah perguruan Seni Bela Diri dengan harapan dapat memunculkan bibit-bibit yang dapat memegang kekuasaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukan yang dimilinya tidak mampu menandingi pasukan Majapahit maka pesan Politis Ki Ageng Kutu pun disampaikan melalui pertunjukan Reog. Pagelaran Reog dimanfaatkan Ki Ageng Kutu untuk membangun perlawanan masyarakat terhadap kerajaan.
Dalam pertunjukan kesenian Reog ini ditampilkan topeng berbentuk  kepala singa yang biasa disebut “Singo Barong”, raja hutan yang menjadi simbol Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok. topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singobarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya. Dan akhirnya Reog Ki Ageng Kutu menyebabkan Kertabumi menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer diantara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit, and Sri Genthayu.
Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan ‘kerasukan’ saat mementaskan tariannya
Berikut karakter-karakter dalam Kesenian Reog Ponorogo
Topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai “Singo Barong“, raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya.
Singo Barong
Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit
Tathilan
Pujangganong atau Bujangganong adalah penari dan tarian yang menggambarkan sosok patih muda ( Patihnya Klana Sewandana) yang cekatan, cerdik, jenaka, dan sakti. Sosok ini digambarkan dengan topeng yang mirip dengan wajah raksasa, hidung panjang, mata melotot, mulut terbuka dengan gigi yang besar tanpa taring, wajah merah darah dan rambut yang lebat warna hitam menutup pelipis kiri dan kanan.
Bujangganong
Klana Sewandana atau Klono : Penari dan tarian yang menggambarkan sosok raja dari kerajaan Bantarangin ( kerajaan yang dipercaya berada di wilayah Ponorogo zaman dahulu. Sosok ini digambarkan dengan topeng bermahkota, wajah berwarna merah, mata besar melotot, dan kumis tipis. Selain itu ia membawa Pecut Samandiman; berbentuk tongkat lurus dari rotan berhias jebug dari sayet warna merah diseling kuning sebanyak 5 atau 7 jebug.
Klana Sewandana
Warok Suromenggolo. Dalam pentas, sosok warok lebih terlihat sebagai pengawal/punggawa raja Klana Sewandana (warok muda) atau sesepuh dan guru (warok tua). Dalam pentas, sosok warok muda digambarkan tengah berlatih mengolah ilmu kanuragan, digambarkan berbadan gempal dengan bulu dada, kumis dan jambang lebat serta mata yang tajam. Sementara warok tua digambarkan sebagai pelatih atau pengawas warok muda yang digambarkan berbadan kurus, berjanggut putih panjang, dan berjalan dengan bantuan tongkat.
Read More
© ۞ All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates